Masuknya Agama Islam dan Pengaruhnya di Jawa

Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia. (Foto. Ilustrasi) MASUKNYA ISLAM DAN PENGARUHNYA DI JAWA Makalah Disusun Guna M...

Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia. (Foto. Ilustrasi)


MASUKNYA ISLAM DAN PENGARUHNYA DI JAWA

Makalah

Disusun Guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah: Islam dan Budaya Jawa
Dosen Pengampu: Dr. Rupi’i Amri, M.Ag



Disusun Oleh:

Jannatun Naimah (122211040)

FAKULTAS SYARI’AH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
TP. 2012

 

BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang Masalah
Makalah ini disusun dalam rangka menyelesaikan Tugas Mata Kuliah Islam dan Budaya Jawa Jurusan Siyasah Jinayah (SJ) Semester kedua. Makalah ini membahas mengenai sejarah masuknya Islam di Jawa, teori masuknya Islam di Jawa,  dan bagaimana pola-pola yang dikembangkan dalam menyebarkan Islam di Nusantara khususnya di Jawa.
Menurut cerita rakyat dan pandangan umum belaku dalam sastra Jawa, Islam datang dan menyebar di Jawa adalah berkat jasa sembilan pendakwah yang tergabung dalam suatu dewan yang disebut Walisongo. [1]
Menyiarkan agama Islam merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. Setiap muslim harus menyiarka agamanya, baik yang pengetahuannya sedikit apalagi yang banyak, kepada orang lain yang belum mengetahuinya. Hal itu disebabkan karena kebenaran yang terkandung disetiap dada Muslim tidak akan diam, kecuali kebenaran itu terwujud dalam pikiran, perkataan dan perbutan. Dan ia tidak akan merasa puas hingga ia menyampaikan kebenaran itu pada tiap orang, sehingga apa yang ia percayai itu juga diterima sebagai kebenaran oleh anggota masyarakat dan umat manusia pada umumnya. [2]
Allah SWT berfirman dalam Q.S an-Nahl ayat 125:
ادْعُ Ø¥ِÙ„َÙ‰ سَبِيلِ رَبِّÙƒَ بِالْØ­ِÙƒْÙ…َØ©ِ ÙˆَالْÙ…َÙˆْعِظَØ©ِ الْØ­َسَÙ†َØ©ِ ÙˆَجَادِÙ„ْÙ‡ُÙ…ْ بِالَّتِÙŠ Ù‡ِÙŠَ Ø£َØ­ْسَÙ†ُ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik”. (Q.S an-Nahl (16): 125)”. [3]
B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, terdapat rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana sejarah masuknya Islam di Jawa?
2.      Apa saja teori masuknya Islam di Jawa?
3.      Bagaiman pola-pola dakwah yang dikembangkan?
 



BAB II
PEMBAHASAN
A.       SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI PULAU JAWA
Islam merupakan unsur penting pembentuk jati diri orang jawa. Ajaran dan kebudayaan orang Islam mengalir sangat deras dari Arab dan Timur Tengah sehingga memberi warna yang sangat kental terhadap kebudayaan Jawa. Agama Islam disebarkan oleh Nabi Muhammad saw pada mulanya hanya pada kalangan terbatas , yaitu keluargadan sahabat terdekat.
1.         Masuknya Islam di Jawa
Ada dua macam sumber informasi yang menjelaskan apabila agama Islam mula-mula datang ke Jawa. Sumber Barat dan sumber Timur. Sumber Barat berasal dari penulisan Dr. B.J.O. Schrieke dalam bukunya “Het Boek van Bonang” yang menerangkan bahwa Islam pertama masuk ke tanah Jawa pada tahun 1416 M. Pada tahun itu telah kedapatan saudagar-saudagar pendatang yang beragama Islam di pesisir pulau Jawa. Sudah banyak pula punggawa atau pembesar Majapahit yang memeluk agama Islam. Dr.B.J.O Schrieke juga mengunjungi desa Trowulan dekat Mojoagung Jawa bagian Timur dan menjumpai Makam Puteri Cempa di tengah-tengah makam keluarga Majapahit. Menurut catatan sejarah, Puteri Cempa adalah seorang permaisuri Raja Majapahit dan beragama Islam.
Sumber informasi yang kedua berasal dari Sayid Alwi bin Thahir Al Haddad Mufti kerajaan Johor Alwi dalam karyanya “Sejarah Perkembangan Islam di Timur Jauh”,yang antara lain menyebutkan kedatangan dua orang muballigh bernama Mahdum Ishaq dan pamannya yang bernama Maulana Malik Ibrahim yang wafat dan kuburannya terletak di Gresik, Jawa Timur pada hari senin 12 Rabi’ul awal (8 April tahun 1419 M).
Selain itu juga ditemukan batu nisan di desa Leran, Gresik bertuliskan nama Fatimah binti Maimun, wafat pada hari Jum’at 7 Rajab 495 Hijriah (27 April tahun 1102 M). apakah Fatimah binti Maimun itu orang Islam pertama yang datang ke Jawa Timur, ataukah sebelumnya telah pernah datang lebih dahulu mubaligh lain, belum diperoleh keterangan lebih jauh.
Semua ahli dan penulis sejarah sepakat, bahwa Islam memasuki Jawa sebagaimana Ia memasuki Sumatra dan lain-lain daerah Nusantara kita adalah dengan cara damai, bijaksana dan penuh toleransi tanpa mengorbankan prinsip.[4]

2.         Penyebaran Islam di Jawa
Pusat-pusat tertua penyebaran agama Islam adalah di daerah Gresik dan Surabaya yang merupakan pelabuhan-pelabuhan yang ramai dikunjungi oleh saudagar-saudagar asing.
Adapun yang memimpin penyebaran Islam ke Pulau Jawa dewasa itu, adalah para wali (Walisongo), merekalah yang telah berjasa memimpin pengembangan agama Islam di seluruh Pulau Jawa. Kemudian menyebar ke seluruh kepulauan Indonesia.
a.         Sasaran Dakwah
Berbicara tentang sasaran yang dijadikan obyek dakwah oleh lembaga dakwah “Walisongo” dalam mengIslamkan tanah Jawa, pertama yang harus dikupas adalah sepak terjang dan peran penting tokoh utamanya, yaitu Raden Rahmat (Sunan Ampel). Ketika Raden Rahmat berusia 20 tahun, ia dikirim oleh ayahnya dari Campa pergi ke pulau Jawa menemui bibinya, yang ketika itu menjadi permaisuri Raja Majapahit ke-7, yaitu Sri Kertawijaya. Di dalam perjalanan, ia mampir dulu di Palembangmenjadi tamu Arya Damar, yang hampir saja dapat diIslamkan,hanya saja Arya Damar tidak berani menyatakan keIslamannya di hadapan umumkarena khawatir akan akan tindakan rakyatnya yang sangat terikat oleh kepercayaan lama. Raden Rahmat kemudian melanjutkan perjalanannya ke Majapahit, ia disambut baik oleh raja dan permaisuri dari Campa. Meskipun Raja menolak masuk Islam, namun ia sangat menghargai usaha Raden Rahmat.
b.        Organisasi Dakwah
Organisasi sebagai satu gejala dengan kompleksitas dan integrasinya telah dimanfaatkan untuk menjadi alat dakwah oleh para Walisongo.
Dinyatakan dalam suatu catatan yang terhimpun dalam sebuah primbon milik Prof.Moh.Adnan, perihal jejak para wali dalam usahanya mengIslamkan tanah Jawa, adalah senantiasa mengubah hal-hal lama yang tidak bersesuaian dengan Islam, misalnya:
1)                       Sunan Ampel, menyusun aturan-aturan  syariat Islam bagi orang-orang Jawa.
2)                       Sunan Gresik mengubah pola motif batik lurik dan perlengkapan kuda. Sunan Majagung menyempurnakan masakan, usaha dan peralatan pertanian serta barang pecah belah.
3)                       Sunan Gunung Jati memperbaiki do’a dan mantra (pengobatan batin), firasat, jampi-jampi (pengobatan lahir) dan hal-hal yang berkenaan dengan urusan pembukaan hutan, transmigrasi atau berkenaan dengan pembukaan desa baru.
4)                       Sunan Giri menyusun peraturan-peraturan tata kerajaan, tata istana, mengubah perhitungan-perhitungan dari bulan, tahun, windu, masa dan memulai pembuatan kertas.
5)                       Sunan Bonang menciptakan aturan-aturan serta kaidah-kaidah keilmuan dan memperbaiki serba-serbi gamelan, lagu dan nyanyian.
6)                       Sunan Drajat mengubah bentuk rumah, alat angkutan. Sunan Kalijaga berkreasi pada lagu.
7)                       Sunan Kudus mengubah bentuk persenjataan, perawatan pertukangan besi dan emas serta menciptakan pedoman pengadilan dan perundang-undangan yang berlaku bagi orang-orang Jawa.
Sesuai dengan prinsip keorganisasian, forum Walisongo merupakan suatu kerjasama yang harmonis. Dalam kegiatan ini dituturkan dalam buku Walisanga karya sunan Giri II,adanya fungsi-fungsi tertentu bagi tiap-tiap anggota dari dewan Walisongo tersebut, yaitu; Sunan Ampel sebagai guru ketua, Sunan Giri sebagai jaksa kepala, Sunan Ngudung  dan Sunan kudus sebagai panglima, Sunan Bonang sebagai raja ilmu keagamaan, sunan kalijaga sebagai diplomat.
c.         Strategi Dakwah
Strategi dakwah yang dilakukan oleh Walisongo itu bisa diarttikan menjadi segala cara yang ditempuh oleh para wali untuk mengajak manusia ke jalan Allah dengan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki.
Dalam berdakwah cara wali menerapkan siasat yang bijaksana. Dalam cerita-cerita tradisional misalnya, dituturkan bahwa para wali itu kaya akan ilmu kesaktian, jaya kawijayan. Sedemikian tepat dan hebatnya mereka membuat sistem pendekatan psikologis.
Sehubungan dengan itu, muncul Sunan Kalijaga dengan sensasinya melalui Gamelan Sekaten dan Saka Tatal di Masjid Demak yang dicipta dari tata kecil semalaman saja Cuma dengan sabda. Muncul pula Sunan Bonang dengan hipnotisnya yang membuat rakyat tak berdaya karena daya mukjizatnya yang berupa mantra-mantra Jawa.
Di samping pendekatan psikologis, para Walisongo khususnya Raden Patah juga menempuh jalan lain diantaranya yaitu sistem dakwah dilakukan dengan pendekatan persuasif yang berorientasi pada penanaman aqidah Islam. Metode persuasif juga dilakukan oleh sunan kalijaga ketika berdakwah mengajak Adipati Pandanaran di Semarang.
d.        Metode Dakwah[5]
Hasil sukses yang diperoleh Walisongo dalam menyebarkan dakwah Islam di tanah Jawa tidak bisa lepas dari metode dakwah yang dipakai kala itu.
Dalam berdakwah, secara konseptual Walisongo menerapkan metode  yaitu antara lain:
a)        Metode  mau’idhah al-hasanah wal mujadalah hiya ahsan.
Metode ini digunakan oleh mereka dalam tokoh-tokoh khusus seperti pemimpin, orang terpandang dan terkemuka dalam masyarakat, seperti para bupati, adipati, raja-raja ataupun menghadapi para bangsawan lainnya.
b)        Metode al-mujadalah billati hiya ahsan.
Cara yang disebut terakhir ini terutama diterapkan terhadap tokoh yang secara terang-terangan menunjukkan kurang simpati dan setuju terhadap dakwah Islam.
c)        Metode al-hikmah
Sistem dan cara-cara berdakwah para wali merupakan jalan kebijaksanaan yang diselenggarakan secara populer, atraktif dan sensasional.
d)    Metode tadarruj atau tarbiyatul ummah.
Metode ini dipergunakan sebagai proses klasifikasi yang disesuaikan dengan tahap pendidikan umat agar ajaran Islam dapat dengan mudah dimengerti oleh umat dan akhirnya dijalankan oleh masyarakat secara merata.
B.     TEORI MASUKNYA ISLAM DI JAWA
Ada beberapa teori yang hingga kini masih sering dibahas, baik oleh sarjana-sarjana Barat maupun kalangan intelektual Islam sendiri. Setidaknya ada beberapa teori yang menjelaskan kedatangan Islam ke Timur Jauh termasuk ke Nusantara.

1.         Teori Pertama, diusung oleh Snouck Hurgronje yang mengatakan Islam masuk ke Indonesia dari wilayah-wilayah di anak benua India. Tempat-tempat seperti Gujarat, Bengali dan Malabar disebut sebagai asal masuknya Islam di Nusantara.
Dalam L’arabie et les Indes Neerlandaises, Snouck mengatakan teori tersebut didasarkan pada pengamatan tidak terlihatnya peran dan nilai-nilai Arab yang ada dalam Islam pada masa-masa awal, yakni pada abad ke-12 atau 13. Snouck juga mengatakan, teorinya didukung dengan hubungan yang sudah terjalin lama antara wilayah Nusantara dengan daratan India.
2.         Teori keduaadalah Teori Persia. Tanah Persia disebut-sebut sebagai tempat awal Islam datang di Nusantara. Teori ini berdasarkan kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam dengan penduduk Persia. Misalnya saja tentang peringatan 10 Muharam yang dijadikan sebagai hari peringatan wafatnya Hasan dan Husein, cucu Rasulullah. Selain itu, di beberapa tempat di Sumatera Barat ada pula tradisi Tabut, yang berarti keranda, juga untuk memperingati Hasan dan Husein. Ada pula pendukung lain dari teori ini yakni beberapa serapan bahasa yang diyakini datang dari Iran. Misalnya jabar dari zabar, jer dari ze-er dan beberapa yang lainnya. Teori ini menyakini Islam masuk ke wilayah Nusantara pada abad ke-13. Dan wilayah pertama yang dijamah adalah Samudera Pasai.
Kedua teori di atas mendatang kritikan yang cukup signifikan dari teori ketiga, yakni Teori Arabia. Dalam teori ini disebutkan, bahwa Islam yang masuk ke Indonesia datang langsung dari Makkah atau Madinah. Waktu kedatangannya pun bukan pada abad ke-12 atau 13, melainkan pada awal abad ke-7. Artinya, menurut teori ini, Islam masuk ke Indonesia pada awal abad hijriah, bahkan pada masa khulafaur rasyidin memerintah.Islam sudah mulai ekspidesinya ke Nusantara ketika sahabat Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib memegang kendali sebagai amirul mukminin.[6]

C.     POLA-POLA DAKWAH YANG DIKEMBANGKAN









BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Masuknya Islam di Jawa
Ada dua macam sumber informasi yang menjelaskan apabila agama Islam mula-mula datang ke Jawa. Sumber Barat dan sumber Timur. Sumber Barat berasal dari penulisan Dr. B.J.O. Schrieke dalam bukunya “Het Boek van Bonang” yang menerangkan bahwa Islam pertama masuk ke tanah Jawa pada tahun 1416 M.
Sumber informasi yang kedua berasal dari Sayid Alwi bin Thahir Al Haddad Mufti kerajaan Johor Alwi dalam karyanya “Sejarah Perkembangan Islam di Timur Jauh”,yang antara lain menyebutkan kedatangan dua orang muballigh bernama Mahdum Ishaq dan pamannya yang bernama Maulana Malik Ibrahim yang wafat dan kuburannya terletak di Gresik, Jawa Timur pada hari senin 12 Rabi’ul awal (8 April tahun 1419 M).
Selain itu juga ditemukan batu nisan di desa Leran, Gresik bertuliskan nama Fatimah binti Maimun, wafat pada hari Jum’at 7 Rajab 495 Hijriah (27 April tahun 1102 M). apakah Fatimah binti Maimun itu orang Islam pertama yang datang ke Jawa Timur, ataukah sebelumnya telah pernah datang lebih dahulu mubaligh lain, belum diperoleh keterangan lebih jauh.
Semua ahli dan penulis sejarah sepakat, bahwa Islam memasuki Jawa sebagaimana Ia memasuki Sumatra dan lain-lain daerah Nusantara kita adalah dengan cara damai, bijaksana dan penuh toleransi tanpa mengorbankan prinsip.[7]

Penyebaran Islam di Jawa
Pusat-pusat tertua penyebaran agama Islam adalah di daerah Gresik dan Surabaya yang merupakan pelabuhan-pelabuhan yang ramai dikunjungi oleh saudagar-saudagar asing.
Adapun yang memimpin penyebaran Islam ke Pulau Jawa dewasa itu, adalah para wali (Walisongo), merekalah yang telah berjasa memimpin pengembangan agama Islam di seluruh Pulau Jawa. Kemudian menyebar ke seluruh kepulauan Indonesia.

Strategi Dakwah
Strategi dakwah yang dilakukan oleh Walisongo itu bisa diarttikan menjadi segala cara yang ditempuh oleh para wali untuk mengajak manusia ke jalan Allah dengan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki.
Dalam berdakwah cara wali menerapkan siasat yang bijaksana. Dalam cerita-cerita tradisional misalnya, dituturkan bahwa para wali itu kaya akan ilmu kesaktian, jaya kawijayan. Sedemikian tepat dan hebatnya mereka membuat sistem pendekatan psikologis.
Sehubungan dengan itu, muncul Sunan Kalijaga dengan sensasinya melalui Gamelan Sekaten dan Saka Tatal di Masjid Demak yang dicipta dari tata kecil semalaman saja Cuma dengan sabda. Muncul pula Sunan Bonang dengan hipnotisnya yang membuat rakyat tak berdaya karena daya mukjizatnya yang berupa mantra-mantra Jawa.
Di samping pendekatan psikologis, para Walisongo khususnya Raden Patah juga menempuh jalan lain diantaranya yaitu sistem dakwah dilakukan dengan pendekatan persuasif yang berorientasi pada penanaman aqidah Islam. Metode persuasif juga dilakukan oleh sunan kalijaga ketika berdakwah mengajak Adipati Pandanaran di Semarang.

Metode Dakwah
Hasil sukses yang diperoleh Walisongo dalam menyebarkan dakwah Islam di tanah Jawa tidak bisa lepas dari metode dakwah yang dipakai kala itu.
Dalam berdakwah, secara konseptual Walisongo menerapkan metode  yaitu antara lain:
a.       Metode  mau’idhah al-hasanah wal mujadalah hiya ahsan.
b.      Metode al-mujadalah billati hiya ahsan.
c.       Metode al-hikmah
d.      Metode tadarruj atau tarbiyatul ummah.
D.     TEORI MASUKNYA ISLAM DI JAWA

1.  Teori Pertama, diusung oleh Snouck Hurgronje yang mengatakan Islam masuk ke Indonesia dari wilayah-wilayah di anak benua India. Tempat-tempat seperti Gujarat, Bengali dan Malabar disebut sebagai asal masuknya Islam di Nusantara.
2.  Teori keduaadalah Teori Persia. Tanah Persia disebut-sebut sebagai tempat awal Islam datang di Nusantara. Teori ini berdasarkan kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam dengan penduduk Persia.
Kedua teori di atas mendatang kritikan yang cukup signifikan dari teori ketiga, yakni Teori Arabia. Dalam teori ini disebutkan, bahwa Islam yang masuk ke Indonesia datang langsung dari Makkah atau Madinah. Waktu kedatangannya pun bukan pada abad ke-12 atau 13, melainkan pada awal abad ke-7. Artinya, menurut teori ini, Islam masuk ke Indonesia pada awal abad hijriah, bahkan pada masa khulafaur rasyidin memerintah.Islam sudah mulai ekspidesinya ke Nusantara ketika sahabat Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib memegang kendali sebagai amirul mukminin.[8]

































DAFTAR PUSTAKA
[1] Drs. Ridin Sofwan dkk., Islamisasi di Jawa. Walisongo, Penyebaran Islam di Jawa, Menurut Penuturan Babad, Celeban Timur: PUSTAKA PELAJAR. 2000, cet. I, h. 1
[1] Ibid., h. 229
[1] Muhammad Saed Abdul-Rahman., Tafsir Ibn Kathir Juz' 14 (Part 14): Al-Hijr 1 to An-Nahl 128 2nd Edition, MSA Publication Limited. 2009

[1] KH.Saifudin Zuhri. Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia. P.T. Alma’arif: Bandung. Hlm. 215-218.
[1]Ridin Sofwan, Wasit, Mundiri, Islamisasi di Jawa, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2000, Hal.266


    



[1] Drs. Ridin Sofwan dkk., Islamisasi di Jawa. Walisongo, Penyebaran Islam di Jawa, Menurut Penuturan Babad, Celeban Timur: PUSTAKA PELAJAR. 2000, cet. I, h. 1
[2] Ibid., h. 229
[3] Muhammad Saed Abdul-Rahman., Tafsir Ibn Kathir Juz' 14 (Part 14): Al-Hijr 1 to An-Nahl 128 2nd Edition, MSA Publication Limited. 2009

[4] KH.Saifudin Zuhri. Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia. P.T. Alma’arif: Bandung. Hlm. 215-218.
[5]Ridin Sofwan, Wasit, Mundiri, Islamisasi di Jawa, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2000, Hal.266
[7] KH.Saifudin Zuhri. Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia. P.T. Alma’arif: Bandung. Hlm. 215-218.

COMMENTS

Name

Makalah Aliran Syiah,1,MAKALAH FIQH,7,MAKALAH HUKUM,12,MAKALAH POLITIK,1,MAKALAH SEJARAH,3,MAKALAH TAUHID,2,Maklah Tauhid,1,
ltr
item
Asrama Aksara: Masuknya Agama Islam dan Pengaruhnya di Jawa
Masuknya Agama Islam dan Pengaruhnya di Jawa
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6UtD7oQp9zv3fKC99bY4naw3B3e5dVBh4ekx0fnE5939PkD8-m3q4FOUGPTtWRS_Hpi5qsxLr62J2nxRwNuJNsfpIEuJ-5h1HfSINjGp8vQZRUZJd6jDp3BSp-F9E2Z-f4PWUIa-xq9G_/s640/Sejarah+Masuknya+Islam+ke+Indonesia.+%2528Foto.+Ilustrasi%2529.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6UtD7oQp9zv3fKC99bY4naw3B3e5dVBh4ekx0fnE5939PkD8-m3q4FOUGPTtWRS_Hpi5qsxLr62J2nxRwNuJNsfpIEuJ-5h1HfSINjGp8vQZRUZJd6jDp3BSp-F9E2Z-f4PWUIa-xq9G_/s72-c/Sejarah+Masuknya+Islam+ke+Indonesia.+%2528Foto.+Ilustrasi%2529.jpg
Asrama Aksara
https://asramaksara.blogspot.com/2013/05/masuknya-islam-dan-pengaruhnya-di-jawa.html
https://asramaksara.blogspot.com/
https://asramaksara.blogspot.com/
https://asramaksara.blogspot.com/2013/05/masuknya-islam-dan-pengaruhnya-di-jawa.html
true
1971343123301833580
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy